Apa Perbedaan antara UEFI dan Legacy? Ini Jawabannya!

Perbedaan antara UEFI dan LegacyKalau kamu pernah eksperimen dengan Sistem Operasi, hardware, dan overclocking, pasti kamu pernah denger istilah UEFI dan Legacy. Tapi, nggak cuma tahu artinya aja, kamu juga harus paham apa fungsi dan cara kerjanya.

Di sini, kita bakal bahas cara komputer booting, apa itu UEFI dan Legacy, serta kenapa salah satu lebih bagus di beberapa situasi tertentu.

Cara Komputer Booting?

Sebelum kita bahas UEFI dan Legacy Boot mode, mari kita bahas dulu cara komputer booting. Paham ini bakal bantu banget buat mengerti konsepnya.

Ketika kamu nyalain komputermu, CPU akan dinyalakan dulu, itu komponen utama yang proses perintah.

Tapi, di tahap awal ini, belum ada perintah yang dimuat ke dalam memori. Makanya, CPU beralih ke firmware sistem, yang berisi perintah buat proses booting.

Kode firmware ini melakukan Power On Self Test (POST) dan mengatur semua perangkat yang terhubung. Kalau POST sukses, firmware akan muat perangkat penyimpanan dan cek boot loader. Setelah itu, firmware beralih perintah ke bootloader buat mengurus proses booting.

Di tahap ini, bootloader seperti LILO dan GRUB akan mengambil alih, memuat kernel sistem ke dalam memori, dan menginisialisasi proses yang dibutuhkan.

Firmware membantu menginisialisasi hardware selama proses booting. Firmware ini biasanya dikenal sebagai BIOS atau Basic Input Output System.

Apa Itu Legacy Boot?

Legacy Boot merujuk pada proses booting yang digunakan oleh firmware BIOS untuk menginisialisasi perangkat keras. Legacy boot berisi daftar perangkat yang terpasang yang akan diinisialisasi saat komputer menjalankan tes POST selama proses booting.

Mode legacy akan cek semua perangkat yang terhubung buat Master Boot Record (MBR), biasanya di sektor pertama dari disk.

Kalau tidak nemu bootloader di perangkat, Legacy akan beralih ke perangkat berikutnya di daftar dan terus ulang proses ini sampai nemu bootloader, atau kalau nggak ketemu, bakal muncul pesan error.

Apa Itu UEFI?

UEFI atau Unified Extensible Firmware Interface adalah cara modern mengatasi proses booting. UEFI mirip dengan Legacy, tapi bedanya, UEFI menyimpan data booting di file .efi bukan di firmware.

Biasanya, UEFI boot mode ada di motherboard modern dengan antarmuka yang intuitif dan user-friendly. UEFI boot mode memiliki partisi EFI khusus yang digunakan untuk menyimpan file .efi dan digunakan dalam proses booting serta bootloader.

Perbedaan antara UEFI dan Legacy

Pada dasarnya, UEFI dan Legacy mirip. Tapi, secara lebih dalam, mereka juga punya perbedaan.

Karena UEFI adalah penerus BIOS, dia punya fungsi dan fitur yang lebih baik. Ini perbedaannya:

UEFI BOOT MODE LEGACY BOOT MODE UEFI punya antarmuka pengguna yang lebih baik. Legacy Boot mode tradisional dan sederhana. Pake skema partisi GPT.

Legacy pake skema partisi MBR. UEFI boot lebih cepat. Legacy lebih lambat dibanding UEFI. Karena UEFI pake skema partisi GPT, dia bisa dukung perangkat penyimpanan sampai 9 zettabita.

Skema partisi MBR yang digunakan Legacy cuma bisa dukung perangkat penyimpanan sampai 2 TB. UEFI bisa berjalan di mode 32-bit dan 64-bit, jadi bisa dukung navigasi pake mouse dan sentuhan.

Legacy berjalan di mode 16-bit yang cuma dukung navigasi pake keyboard. UEFI bisa secure boot yang mencegah loading aplikasi yang tidak sah.

Tapi bisa bikin dual boot jadi ribet karena dia anggep sistem operasi (OS) sebagai aplikasi. Legacy nggak punya metode secure boot, jadi bisa load aplikasi yang nggak sah, membuat dual boot mungkin.

Proses update di UEFI lebih gampang. Legacy lebih kompleks dibanding UEFI. Meskipun UEFI mungkin terdengar lebih baik daripada Legacy (dan memang begitu), nggak selalu harus pilih UEFI, dan terkadang kamu nggak perlu.

Ada kasus-kasus di mana kamu mungkin harus pilih Legacy, tergantung fitur yang kamu butuhkan. Misalnya, kalau kamu pengin dual boot, UEFI bisa bikin ribet.

Ini juga ada situasi lain di mana kamu mungkin nggak perlu UEFI:

  • Proses dual booting
  • Kalau kamu punya penyimpanan kurang dari 2 TB (lebih baik pake MBR)
  • Kalau sistem operasi (OS) kamu nggak perlu nulis kode buat berinteraksi dengan hardware
  • Kalau kamu butuh antarmuka grafis cepat dan sederhana yang bisa kamu kontrol pake keyboard.

Kesimpulan

Kita udah bahas perbedaan utama antara UEFI dan Legacy boot mode. Dengan informasi dari panduan ini, kamu bisa troubleshoot masalah-masalah, misalnya kalau dual boot nggak jalan, bisa matiin secure boot.

Semoga informasi ini membantu!

Leave a Comment